Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Genshin Impact Digunakan Hacker Untuk Sebarkan Ransomware

Genshin Impact Digunakan Hacker Untuk Sebarkan Ransomware - Genshin Impact siapa yang tidak tahu mengenai Game ini?, game bergenre RPG,open World ini memang cukup banyak digemari banyak orang terlebih untuk para penikmat game berstory game ini sangat cocok bagimu menyajikan gameplay berstory membuat para pemainnya sangat menikmati setiap cerita dalam game ini di kembangkan oleh perusahaan pengembang game asal tiongkok MiHoYo perusahaan yang bermarkas di Shanghai, tiongkok dan didirikan pada Februari 2012 ini memang spesialis dalam pengembangan game bergenre rpg dengan tema animasi karena perusahaan ini didirikan awalnya sebagai sebuah perusahaan studio animasi namun setelah beberapa waktu perusahaan ini menjadi sebuah pengembang game.

Genshin Impact Digunakan Hacker Untuk Sebarkan Ransomware

MiHoYo memang sudah tidak diragukan dalam pengembangan game RPG bertemakan animasi sudah banyak game game bertemakan itu yang dirilis oleh mereka dan tersedia di beberapa platform seperti Honkai impact dan Genshin Impact, Genshin sendiri memang cukup digemari banyak orang karena menyajikan grafik bertemakan animasi dengan sangat apik dan cukup realistis dibekali dengan map yang sangat besar kalian dapat menjelajahi map di game tersebut hingga bosan tentunya tak lupa dengan karakternya Genshin Impact menyediakan lebih dari 100 karakter dari berbagai class untuk kalian miliki dan juga karakter ini memiliki ability berbeda beda untuk segi animasi pergerakan dalam pertarungan sudah tidak diragukan lagi tentunya sangat smooth serta epik.

Namun dibalik semua itu genshin adalah sebuah game rpg open world yang memerlukan koneksi internet untuk bermain tentunya dalam sistem gameplay online akan ditemukan banyak cheater dan juga para cheater ini sangat mengganggu untuk itu pihak genshin merilis software anti cheat dan kabar buruknya sangat disayangkan bahwa software ini digunakan oleh Hacker untuk menyebarkan Ransomware,hal ini diungkapkan oleh perusahaan trend micro yang bergerak pada bidang keamanan perangkat lunak mereka menyebutkan bahwa kliennya mendapati bahwa perangkatnya disusupi ransomware padahal sistem perangkatnya telah di proteksi dengan perlindungan end point lalu setelah itu tim peneliti keamanan dari Trend Micro menyelidiki kasus ini dan mendapati bahwa virus ransomware ini berasal dari software anti cheat genshin Impact.

 Tim peneliti Trend Micro mendapati bahwa seorang Hacker menggunakan driver pada software anti Cheat genshin impact dengan kode nama "mhyprot2.sys" untuk mengkamuflasekan virus rannsomwarenya driver tersebut tidak akan terdeteksi sebagai sebuah ancaman pada perangkat yang memiliki antivirus setelah itu driver akan melewati antivirus lalu mematikan perlindungan antivirus dengan sebuah perintah kernel pihak trend micro mengatakan bahwa ini kali pertama mereka melihat seorang hacker menggunakan driver software anti cheat untuk melakukan sebuah kejahatan.

"Ransomware ini hanyalah contoh pertama dari aktivitas jahat yang kami catat. Aktor jahat bertujuan menyebarkan ransomware di dalam perangkat korban dan menyebarkan infeksi," kata pihak Trend Micro.

Diketahui bahwa driver ini sudah ada semenjak 2 tahun lalu tepatnya ditahun 2020 salah satu pengguna paltform GitHub bahkan membuat sebuah bukti konsep bahwa driver ini dapat di eksploitasi oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab dalam konsepnya tersebut ia juga menjelaskan bahwa driver ini dapat digunakan untuk mematikan proses sistem termasuk juga antivirus namun hingga saat ini belum ada tanggapi dari MiHoYo selaku pengembang Genshin Impact.

Akhir kata

Terimakasih telah membaca berita Genshin Impact Digunakan Hacker Untuk Sebarkan Ransomware. semoga berita ini dapat menambah wawasan Anda Bagikan berita ini kepada teman anda di sosial media agar tidak ketinggalan berita Genshin Impact Digunakan Hacker Untuk Sebarkan Ransomware. Terimakasih dan Adios amigos. Veni vidi Vici Amavi

Posting Komentar untuk "Genshin Impact Digunakan Hacker Untuk Sebarkan Ransomware"